Peringatan HPN
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Komunikasi
dan Informatika (Kominfo) bersama insan pers memperingati Hari Pers
Nasional (HPN) tahun 2015. HPN ke-69 bertema Peningkatan Peran Serta
Lembaga Pers Daerah 2015 itu digelar di Gedung Djojolelono Kabupaten
Probolinggo, Kamis (21/5). Kegiatan yang dibuka Kepala Bagian Kominfo
Yulius Christian ini diwarnai diskusi dengan narasumber Ketua Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Drs H Akhmad Munir. Puluhan wartawan
cetak maupun elektronik yang selama ini melakukan liputan di Kabupaten
Probolinggo hadir dan aktif mengikuti diskusi.
Kepala Sub Bagian Kominfo Astri Tantrina Dewi mengungkapkan, kegiatan
ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta lembaga pers di Kabupaten
Probolinggo dan meningkatkan siraturahim insan pers dengan Pemkab
Probolinggo. Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas
insan pers menuju pers yang profesional. “Harapannya agar insan pers,
pemerintah daerah, dan masyarakat senantiasa menunjukkan komitmennya
serta konsisten dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,”
ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan pernyataan
(deklarasi) wartawan di Kabupten Probolinggo. Intinya para insan media
itu sepakat untuk menjadi wartawan yang profesional. Mewakili wartawan
di Kabupaten Probolinggo, Ikhsan Mahmudi mengatakan, momen HPN hendaknya
bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan kinerja wartawan. “Ibarat
pesawat handphone, suatu ketika baterainya bisa low-batt atau soak
sehingga perlu di-charge ulang. Wartawan pun perlu men-charge ulang
pengetahuan dan wawasan jurnalistiknya,” ujar wartawan Surabaya Post
itu.
Momentum HPN, kata Ikhsan, juga bisa dijadikan sarana silaturahim
antara Pemkab dengan wartawan. “Biar para wartawan semakin akrab dalam
menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan pemerintah maupun
masyarakat,” ungkapnya. Sementara Yulius Christian menyampaikan ucapan
terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para insan
pers. Soalnya mereka telah berkontribusi, baik dalam pembangunan maupun
dalam pengembangan demokrasi di Kabupaten Probolinggo.
“Tahun-tahun terakhir ini, peran dan prestasi komunitas pers memang
patut dicatat. Semua telah berusaha gigih untuk membangun komunikasi
antara pers dengan publik, termasuk pelaksanaan peringatan hari pers
nasional,” ujarnya. Menurut Yulius, masyarakat saat ini sudah mulai
kritis. Mereka tahu mana pemberitaan yang sangat tidak berimbang dan
mana yang kritis tetapi tetap menjaga keberimbangan itu.
“Dengan demikian, arah dan perjalanan pers kita makin ke depan memang
benar-benar sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat luas. Seraya
menjaga dan mengembangkan hal-hal baik yang telah dicapai oleh pers kita
sejak era reformasi 14 tahun yang lalu,” jelasnya. Sedangkan Akhmad
Munir mengharapkan, media pers harus menjaga keseimbangan antara
komersial (bisnis) dengan kepentingan publik. Wartawan pun saat bertugas
diminta selalu berpedoman pada kode etik jurnalistik.
Terkait profesionalitas pers, kata Munir, Dewan Pers menerapkan
standardisasi. Yakni, semua lembaga penerbitan pers harus berbadan hukum
seperti Perseroan Terbatas (PT), yayasan, atau koperasi. “Dewan Pers
menyarankan, sebaiknya lembaga penerbitan pers berupa PT,” ujar pria
kelahiran Sumenep, Madura itu. Bahkan, Dewan Pers menyatakan, jika ada
lembaga penerbitan pers tidak berbadan hukum kemudian tertimpa masalah
hukum seperti pencemaran nama baik, maka tindak pidana sudah menunggu.
Untuk memeriahkan HPN, selain diskusi juga digelar lomba antar
wartawan dengan kategori karya tulis, fotografi, dan liputan TV.
Kategori karya tulis (media cetak), juara 1 diraih Ridhowati Saputri
(Jawa Pos Radar Bromo, 5 April 2015): Agropolitan Yang Kaya Potensi,
juara 2 diraih Radfan Faisal (Jawa Pos Radar Bromo, 23 April 2015):
Braakk” 7 Siswa Terluka. Dan juara 3 diraih Choirul Umam Masduqi (Koran
Pantura 14 dan 15 April): Makam Kiai Ronggo Yang Terabaikan seri 1 dan
2.
Kategori liputan TV, juara 1 diraih Sundari-Berita Satu TV (Jembatan
Darurat Bambu), juara 2 diraih Romadona-Pro TV (Destinasi Baru Puncak
Selfie Gunung Bentar) dan juara 3 diraih Rofiq-Trans TV (Paramotor di
Lautan Pasir Gunung Bromo).
Kategori fotografi, juara 1 diraih Arif Mashudi (Jawa Pos Radar
Bromo): foto Jembatan Roboh, juara 2 diraih Agus Purwoko (Koran
Pantura): Bukit Bentar dan juara 3 diraih Sibro Malisi (Koran Pantura):
Sampah Berserakan.
Tidak ada komentar: